Manusia Berdasarkan Pemikiran akal,Jamani dan Rohani
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur atas kehadirat Tuhan
Yang Maha Pemurah, karena berkat kemurahanNya makalah ini dapat saya
selesaikan. Makalah ini disusun agar kita dapat memperluas wawasan kita
tentang Ilmu Sosial Dasar. Khususnya tentang pembahasan “Manusia dan
Pemikiran Akal, Jasmani dan Rohani”.
Makalah ini dibuat dalam rangka pembelajaran mata kuliah Ilmu sosial Dasar (softskil).
Pemahaman tentang manusia dan hal – hal yang berkaitan dengannya sangat
diperlukan, dengan suatu harapan suatu masalah dapat diselesaikan dan
dihindari kelak, sekaligus menambah wawasan bagi kita semua.
Penulis juga mengucapkan terimakasih
kepada Bapak Andi Tenrisukki Tenriajeng selaku Dosen Ilmu Sosial Dasar,
Universitas Gunadarma.
Makalah ini, tentunya masih jauh dari
kesempurnaan, karena penulis juga masih dalam tahap pembelajaran. Oleh
karena itu arahan, koreksi dan saran, sangat penulis harapkan. Semoga
makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca.
Terima kasih.
Pasirtanjung, 3 Maret 2012
IBNOE ALWAN
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ………………………............................…………………………………….. iDAFTAR ISI ……………………………………………...…………………………………………. ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang ………………………………………………………………….………………. 1
1.2. Tujuan ………………………………………….……………………………..…………………1
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Manusia ………………………………………………………….………………….. 2
2.2 Tahap Perkembangan Manusia ……………….……………………………….………………… 4
2.3 Pola Pikir Manusia …………………………………………..……………….…………………. 5
2.3 Hubungan Manusia dengan Akal pikiran, Jasmani dan Rohaninya ………......................…………. 6
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ……………………………………………………………………………………. 7
3.2 Saran ………………………………………………………………………………………….. 7
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………………..…. 8
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Manusia sebagai makhluk individu memiliki
unsur jasmani dan rohani. Unsur fisik yaitu berupa jasmani (raga) dan
unsur psikis berupa rohaninya (jiwa). Jika unsur tersebut sudah tidak
menyatu lagi maka seseorang tidak dapat disebut sebagai individu lagi.
Kedua unsur tersebut harus berjalan dengan seimbang dan harus tercukupi
pemenuhannya. Selain itu manusia tidak dapat hidup tanpa kehadiran
manusia lain itulah yang menyebabkan adanya dorongan untuk berhubungan
(interaksi) dengan orang lain. Tidak ada manusia yang sama persis di
dunia ini walaupun kembar sekalipun,setiap manusia memiliki keunikan
tersendiri. Atas dasar hal tersebut sering sekali terjadi konflik di
dalam kehidupan. Rutinitas sehari- hari yang dilakukan secara terus
menurus pula kerap kali menimbulkan titik jenuh yang akhirnya
menimbulkan stress dan ketegangan psikis.
Sejak lahir manusia dibekali pemikiran
akal pemikiran yang sangat tinggi. Itulah yang menyebabkan manusia
memiliki potensi di berbagai bidang. Pemanfaatan dan menejemen
pemikiran secara baik sangat dibutuhkan agar manusia dapat menjalani
kehidupannya dengan baik. Sekalipun banyaknya hambatan dan permasalahan
dalam kehidupan, kita dapat menyelesaikannya secara tenang dan dapat
mengantisipasinya kelak.
1.2. TUJUAN
• Memahami Hakikat Pengertian Manusia
• Mengetahui Pemanfaatan Pemikiran Manusia
• Mengetahui Hubungan Manusia dengan Akal Pikiran, Rohani dan Jasmaninya
• Mengetahui Pemanfaatan Pemikiran Manusia
• Mengetahui Hubungan Manusia dengan Akal Pikiran, Rohani dan Jasmaninya
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN HAKIKAT MANUSIA
Manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan
paling sempurna. Di dalam diri manusia terdapat apa – apa yang terdapat
di dalam makhluk hidup lainnya yang bersifat khsusus. Dia berkembang,
bertambah besar, makan, istirahat, melahirkan dan berkembang biak,
menjaga dan dapat membela dirinya, merasakan kekurangan dan membutuhkan
yang lain sehingga berupaya untuk memenuhinya. Dia memiliki rasa kasih
sayang dan cinta.Rasa takut dan aman, menyukai harta, menyukai kekuasaan
dan kepemilikan, rasa benci dan rasa suka, merasa senang dan sedih dan
sebagainya yang berupa perasaan-perasaan yang melahirkan rasa cinta. Hal
itu juga telah menciptakan dorongan dalam diri manusia untuk melakukan
pemuasan rasa cintanya itu dan memenuhi kebutuhannya sebagai akibat dari
adanya potensi kehidupan yang terdapat dalam dirinya. Oleh karena itu
manusia senantiasa berusaha mendapatkan apa yang sesuai dengan
kebutuhannya,hal ini juga dialami oleh para mahluk-mahluk hidup lainnya,
hanya saja, manusia berbeda dengan makhluk hidup lainnya dalam hal
kesempurnaan tata cara untuk memperoleh benda-benda pemuas kebutuhannya
dan juga tata cara untuk memuaskan kebutuhannya tersebut. Makhluk hidup
lain melakukannya hanya berdasarkan naluri yang telah Tuhan ciptakan
untuknya sementara manusia melakukannya berdasarkan akal dan pikiran
yang telah dikaruniakan Tuhan kepadanya.
karakteristik manusia antara lain :
1. AspekKreasi
2. AspekIlmu
3. AspekKehendak
4. Pengarahan Akhlak
Beberapa Definisi Manusia :
1. Manusia adalah makhluk utama,
yaitu diantara semua makhluk natural dan supranatural, yang mempunyai
jiwa bebas dan hakikat - hakikat yg mulia.
2. Manusia adalah kemauan bebas.
Yang berarti bahwa kemanusiaan telah masuk ke dalam rantai kausalitas
sebagai sumber utama yang bebas kepadanya dunia alam, sejarah dan
masyarakat sepenuhnya bergantung, serta terus menerus melakukan campur
tangan pada dan bertindak atas rangkaian deterministis ini. Dua
determinasi eksistensial, kebebasan dan pilihan, telah memberinya suatu
kualitas seperti Tuhan
3. Manusia adalah makhluk yg sadar.
Kesadaran dalam arti bahwa melalui daya refleksi yang menakjubkan, ia
memahami aktualitas dunia eksternal, menyingkap rahasia yg tersembunyi
dari pengamatan, dan mampu menganalisa masing-masing realita dan
peristiwa.
4. Manusia adalah makhluk yang
sadar diri. Ini berarti bahwa ia mampu mempelajari, manganalisis,
mengetahui dan menilai dirinya.
5. Manusia adalah makhluk kreatif.
Hal ini menyebabkan manusia memiliki kekuatan a yang memberinya
kemampuan untuk melewati parameter alami dari eksistensi dirinya,
memberinya perluasan dan kedalaman eksistensial yang tak terbatas, dan
menempatkannya pada suatu posisi untuk menikmati apa yang belum
diberikan alam.
6. Manusia adalah makhluk idealis.
Idealisme adalah faktor utama dalam pergerakan dan evolusi manusia.
Idealisme tidak memberikan kesempatan untuk puas di dalam batasan
realita yang ada. Kekuatan inilah yang selalu memaksa manusia untuk
merenung, menemukan, menyelidiki, mewujudkan, membuat dan mencipta
dalam alam jasmaniah dan ruhaniah.
7. Manusia adalah makhluk moral. Di
sinilah timbul pertanyaan penting mengenai nilai. Nilai yang terdiri
dari ikatan yang ada antara manusia dan setiap gejala, perilaku,
perbuatan atau dimana suatu motif yg lebih tinggi daripada motif manfaat
timbul. Ikatan ini mungkin dapat disebut ikatan suci, karena ia
dihormati dan dipuja begitu rupa sehingga orang merasa rela untuk
membaktikan atau mengorbankan kehidupan mereka demi ikatan ini.
8. Manusia adalah makhluk utama
dalam dunia alami, mempunyai esensi uniknya sendiri, dan sebagai suatu
penciptaan atau sebagai suatu gejala yg bersifat istimewa dan mulia. Ia
memiliki kemauan, ikut campur dalam alam yg independen, memiliki
kekuatan untuk memilih dan mempunyai andil dalam menciptakan gaya hidup
melawan kehidupan alami. Kekuatan ini memberinya suatu keterlibatan dan
tanggung jawab yg tidak akan punya arti kalau tidak dinyatakan dengan
mengacu pada sistem nilai.
2.2 PERKEMBANGAN MANUSIA
Kehadiran manusia pertama tidak terlepas
dari asal usul kehidupan di alam semesta. Asal usul manusia menurut ilmu
pengetahuan dapat dibagi menjadi empat kelompok berdasarkan tingkat
evolusinya, yaitu :
Pertama, tingkat pra
manusia yang fosilnya ditemukan di Johanesburg Afrika Selatan pada tahun
1942 yang dinamakan fosil Australopithecus.
Kedua, tingkat manusia kera yang fosilnya ditemukan di Solo pada tahun 1891 yang disebut pithecanthropus erectus.
Ketiga, manusia purba,
yaitu tahap yang lebih dekat kepada manusia modern yang sudah
digolongkan genus yang sama, yaitu Homo walaupun spesiesnya
dibedakan.Fosil jenis ini di neander, karena itu disebut Homo
Neanderthalesis dan kerabatnya ditemukan di Solo (Homo Soloensis).
Keempat, manusia modern atau Homo sapiens yang telah pandai berpikir, menggunakan otak dan nalarnya.
Tahap – tahap perkembangan manusia memiliki fase yang cukup panjang.Klasifikasi periode perkembangan manusia meliputi :
1. Periode pra kelahiran,
2. masa bayi,
3. masa awal anak anak,
4. masa pertengahan dan akhir anak anak,
5. masa remaja,
6. masa awal dewasa,
7. masa pertengahan dewasa dan
8. masa akhir dewasa.
2.3 POLA PIKIR MANUSIA
Setiap manusia pasti memiliki pola pikir
dan cara pandang tentang segala hal, karena pada setiap manusia
dilengkapi dengan akal. Pola pikir membentuk kepribadian yang sangat
unik dalam hidup manusia. hal ini terutama terlihat dalam pola kita
menentukan cita-cita, impian dan tujuan hidup.
Proses pembentukan kerangka berpikir
dimulai sejak bayi dalam kandungan. Dengan bertambahnya usia bertambah
pula informasi yang masuk ke dalam pikiran. Berapa banyak informasi yang
masuk ke dalam pikiran ketika seseorang sudah remaja, pemuda, dewasa,
orang tua dan nenek-kakek- kita tidak tahu.
Informasi yang masuk ke dalam pikiran pun
beragam, mulai dari pengalaman diasuh oleh ibu, dididik orang tua,
dididik oleh guru di taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah,
dan kampus. Bukan hanya itu saja, masih ada pengalaman-pengalaman unik
dalam hidup kita seperti rasa cinta, kerugian , atau kecelakaan. Secara
tidak langsung pengalaman – pengalaman kita membentuk pola pikir kita.
Pola pikir itu sendiri dapat timbul
dengan sendirinya ketika manusia itu terbentur oleh suatu permasalahan
yang akhirnya menyebabkan terbentuk karakternya oleh permasalahannya itu
sendiri. Sehingga manusia itu memiliki langkah atau antisipasi yang
bermacam – macam dalam menyikapi setiap permasalahan tersebut yang akan
terekam sebagai suatu pengalaman.
Informasi yang masuk ke dalam pikiran
membentuk ragam pola dalam pikiran. Besarnya pola tergantung dari berapa
sering informasi masuk ke dalam pikiran dan berapa dalam kesan yang
diberikannya. Semakin sering atau semakin berkesan sebuah informasi
semakin kuat pola pikir yang dibentuk.
Kuat atau besarnya pola pikir kita akan
berpengaruh terhadap informasi-informasi yang datang di kemudian hari.
akan ada informasi yang ditolak dan diterima dan ini tergantung dari
pola yang dominan dalam pikiran kita. Pola yang dominan inilah salah
satu penyebab utama mengapa muncul perbedaan pendapat atau perdebatan
dalam percakapan, diskusi atau rapat.
Pandangan – pandangan hidup pada dasarnya terbentuk oleh beberapa faktor yang sangat dominan mempengaruhi manusia, antara lain :
- Cita – cita
- Pengalaman
- Pendidikikan
- Pergaulan
Keempat faktor tersebut merupakan faktor yang membentuk dan mempengaruhi pola pikir, kedewasaan dan pandangan hidup seseorang.
2.3 HUBUNGAN MANUSIA DENGAN AKAL PIKIRAN, JASMANI DAN ROHANI
Akal adalah suatau oeralatan rohaniah
manusia yang berfungsi untuk membedakan yang salah satu dan yang benar
serta menganalisi sesuatu yang kemampuannya tergantung pengalaman dan
tingkat pendidikan pemiliknya. Akal berfungsi untuk mengigat,
menyimpulkan, menganalisa, menilai apakah sesuai benar atau alah.
Jasmani adalah berhubungan dengan
kesehatan dan rekreai fisik, yang memberi kesanggupan untuk menjalankan
hidup yang produktif dan dapat menyesuaikan diri pada tiap pembeda fiik
yang layak.
Rohani adalah sesuatu hal yang berasa
diatas moral. Rohani dikaitkan dengan hati, kalbu, jiwa, mental, fikiran
dan sebagainya yang mewujudkan sebagai suatu unsur peribadi manusia
yang paling unik yang tidak dapat dilihat oleh pancaindera. Tetapi
gejala dalam kerjanya dapat dirasakan misalnya: menangkap dan menyimpan
pengertian, mengingat, berfikir, berkemahuan, rindu, sedih, gembira dan
sebagainya. Jika seseorang sehat rohaninya ia akan memiliki kemampuan
beramal yang tinggi, gairah bekerja dan bersemangat untuk maju dalam
kebaikan. Sebaliknya orang yang mengidap penyakit rohani akan
memperlihatkan kemundurannya dalam kemampuan bekerja, hilang gairah dan
semangatnya untuk maju. Yang menonjol hanyalah kelemahan dan kemalasan.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Setiap anggota atau bagian dari tubuh
kita merupakan suatu kesatuan jaringan atau jalinan yang masing –
masingnya terhubung satu sama lain. Apa bila ada satu bagian yang rusak
maka akan berdampak pada bagian lainnya juga.
Terdapat tiga bagian terpenting dari
manusia yaitu, akal pikiran, Jasmani dan Rohani. Tiga komponen terebut
saling berkaitan satu sama lainnya. Akal merupakan bagian terpenting,
merupakan inti dari sistem tubuh kita. Akal mengatur segala kegiatan
yang ada pada tubuh kita, mulai dari kerja organ tubuh kita, sistem
perasaan, motifasi, pengambilan ketupusan dan penyikapan kita terhadap
sesuatu dalam hidup. Jasmani merupakan pendukung kegiatan yang
berkaitan dengan fisik kita, tetapi apa bila terganggu salah satu
fungsinya maka akan pula berpengaruh pada yang lainnya, bila jasmani
kita baik maka aktifitas kita pun berjalan lancar. Dan rohani meupakan
kebutuhan kita terhadap Tuhan. Kedekatan kita terhadap tuhan adalah
segalanya. Dia lah yang berkehendak dan menghendakan akan akan sesuatu.
Oleh karena itu dibutuhkannya hubungan baik antara kita dengan sang
pencipta kita.
3.2 Saran
Sebagai manusia yang menjalani kehidupan
di dunia beserta problematikanya. Apabila ki ta menginginkan kehidupan
kita berjalan baik dan lancar maka pengelolaan kita terhadap pola pikir
akal, jamani dan rohani kita harus berjalan dengan bena, seimbang dan
sesuai. Apabila ada salah satu saja yang tidak seimbang ddalam
pemenuhannya maka akan berdampak pula pada kehidupan sehari – hari kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar